Tampilkan postingan dengan label Books Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books Movies. Tampilkan semua postingan

Kenangan Itu, Kita


Tanpa ditulis pun, kenangan tetap serupa buku. Lembar demi lembarnya selalu terbuka tiap kali kita mengingatnya. Iya, kita.
Kenangan itu ibarat cermin. Dari bening dan buramnya, dari utuh dan retaknya, kita berkaca.
Iya, kita.
Jika kenangan kita adalah memar senja. Di titik itulah kita mengingatnya. Iya, kita.
Jika kenangan kita adalah pelangi senja, maka di tempat kita berdiri sekarang, aku yakin kita berbahagia. Iya, kita.
Kenangan yang membawa dan menuntun kita ke masa berikutnya. Sebagai kita yang dilanggengkan, dan bersama di saat sekarang atau sebaliknya.
 
Moammar Emka

Dua Puluh Satu Januari


Dua Puluh Satu Januari
Dear you,
Malam yang bergerimis


Selangkah lagi, rindumu kugapai. Terpajang di dinding itu lengkap dengan bingkainya.
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah dan sesat rindu yang tertahan.
Mungkin, nanti. Bisikmu merambah sepi. Dalam mimpi, tak apa.
Bersemi tuas, harapku. Menaungi bunga tidur, wajahmu.
Memiliki, tapi tak benar-benar bersama. Karena sekian sentimeter jarak itu belum menyatukan kau dan aku.
Menangislah, Sayang. Rasakan pedihmu sebagai bahagia terdalam. Dan tersenyumlah! Hidupkan tawa dalam sedihmu. Keterpisahan itu menyakitkan. Tapi, kita masih punya waktu untuk cipatakan keajaiban. Percayalah!
Bersyukurlah bisa menangis. Setidaknya kita tahu, kesedihan itu seperti apa rasanya. Rasakan saja, airmata yang tumpah itu obat luka.

♥♥♥

Dua Puluh Dua Januari
Dear you,
Di Sini Aku mendekapmu

Lautan penderitaan tak bertepi, saat tolehkan kepala di sana ada daratan membentang. Hanya setitik tanda yang mengunci mataku dan itu, kamu.
Inilah liang rasaku. Penuh berisi tentangmu. Tengoklah sejenak; betapa dadaku sendat memikirkanmu.
“Seikat masa di tidurmu, semoga aku muara tawa dan tangismu.
Karena malam untuk dipeluk, biarpun senyap sunyi tanpa rengkuh ragamu. Meleburlah di semesta tepekurku, di sini aku mendekapmu. Sungguh!”
Sampai pada satu titik keyakinan, aku
akan katakan: jarak bukanlah batas, dan kita tetap bersama. Tunggu saja!
Dan suaramu adalah barisan pertama yang ingin kudengar kala aku terbangun esok pagi. Temanilah aku! Khusyuk kesendirian ini telah menusukkan rindu di dadaku. Tancapkanlah berulang kali, aku menunggu tikamanmu.
Moammar Emka

Pertama Kalinya Aku Baca Buku Konyol - 2005


 Bobi : Beautiful Banget Gitu Loh!

 

SUMPAH!! INI BUKU YANG MENGINSPIRASI AKU BUAT NULIS PERTAMA KALINYA.

Sayangnya, waktu itu aku cuma pinjem :'( Sampe sekarang aku masih rindu sama ini buku. LAMAA BANGET udah, broo..

Sinopsis:

Mulai halaman pertama sampe halaman terakhir, buku ini bakal bikin kita nggak brenti-brenti ketawa. Abis, ngocol banget sih! Nyeritain tentang lima cowok murid SMA 1003 - Bobi, Iping, Tarik, Ego, Lantang - yang tingkahnya culun-culun, nyebelin, norak, nekat, tapi memikat.

Misalnya aja nih, suatu ketika mereka semua naksir cewek bernama Manis. Bobi and the gank rame-rame maen ke rumah tu cewek. Eh, ternyata si Manis punya tiga kakak atlet semua. Yang pertama petinju, yang kedua atlet panahan, dan satunya lagi atlet tolak peluru. Sebel nggak sih, bukannya dikasih kesempatan ngobrol sama si Manis, mereka malah diajak latihan sama ketiga abangnya sampe muka mereka pada biru sebiru-birunya, hihihi...

Asyiknya lagi, di buku ini kamu juga bisa dapetin banyak tebak-tebakan yang gokil abisss. Pokoknya baca aja deh, dan tertawalah. Kata ahli kecantikan, banyak tertawa akan membuat kulit pipimu kencang, bebas kerut, elastis, segar, halus bagaikan kulit bayi!

Novel Coming Home by Sefryana Khairil



Aku baru selesai baca Coming Home nih, guys. Sebenarnya temenku-Aulia & Algia-yang nemu ini :* Dan itu yang terakhir. Gimana ya? Kalau dibilang suka, Lumayan. ^^ Ini novel ceritanya hampir mirip sama kisah temenku, banget malah. Jadi, agak tergugah dan termotivasi sama novelnya.


Dan yang paling aku suka: Cover sama pembatas buku-nya.
Di covernya tertulis:

                        Karena aku percaya,
                            tak pernah ada kata salah
                                 untuk cinta...

Cover belakangnya juga keren!! Banget malah. Dan kata-kata itulah yg bikin para penikmat novel penasaran waktu membaca covernya. Terlebih gagasmedia emang jago men-desain covernya :D



Hidup sendiriiri ternyata lebih gampang
diucapkan ketimbang dijalani.

Mencari orang untuk dicintai sepenuh hati
juga tak kalah rumitnya.
Tapi, tak ada yang lebih sulit daripada jatuh cinta
kepada orang yang pernah membuatmu bersumpah
tak akan pernah mencintai siapap pun lagi.
Orang yang tak ingin kau temui lagi seumur hidup.
Orang yang dulu pernah menduakan cintamu.

Orang yang bersamamu pernah bersumpah di hadapan
Tuhan akan saling mencintai selamanya…

Ya, dialah orang yang kumaksud.
Dia yang kusebut sebagqai ‘mantan suamiku’.


Nice banget kesannya.. I like it.

National Treasure: Book of Secret

Yeah, udah dua kali aku nonton National Treasure. Kereeen banget! Sukses dah tu film. Padahal rilisnya tahun 2007 lho! Sumpah, keren banget. Pertama aku emang gak tau judulnya apa, pas lagi mindah-mindah channel, eh ketemu sama tu film, makanya aku jadi penasaran banget apa judulnya.
Nah, kemarin malam tepatnya malam jum'at tanggal 30 juni, film National Treasure yang Book of Secret (yang pertama kali aku nonton bukan Book of Secret :( Sampai sekaran gatau apa judulnya) ada lagi di tv. Gak kalah keren sama yang pertama kali aku nonton. Tapi jujur yah, menurutku masih bagusan yang pertama aku nonton, yang ceritanya menemukan harta karun di bawah gereja (y).


National Treasure: Book of Secrets merupakan sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradarai oleh Jon Turteltaub ini pemainnya antara lain ialah Nicolas Cage, Justin Bartha, Diane Kruger, Jon Voight, Helen Mirren, dan Ed Harris. Tanggal rilisnya pada 21 Desember 2007.

Pemain

Sutradara : Jon Turteltaub
Produser  : Jon Turteltaub
Jerry Bruckheimer
Penulis Cerita :
           Gregory Poirier
           Terry Rossio
           Ted Elliott
           Skenario
           Marianne Wibberley & Cormac Wibberley





abcs