Selangkah
lagi, rindumu kugapai. Terpajang di dinding itu lengkap dengan bingkainya.
Mengutip
satu namamu di antara keluh kesah dan sesat rindu yang tertahan.
Mungkin,
nanti. Bisikmu merambah sepi. Dalam mimpi, tak apa.
Bersemi
tuas, harapku. Menaungi bunga tidur, wajahmu.
Memiliki,
tapi tak benar-benar bersama. Karena sekian sentimeter jarak itu belum
menyatukan kau dan aku.
Menangislah,
Sayang. Rasakan pedihmu sebagai bahagia terdalam. Dan tersenyumlah! Hidupkan
tawa dalam sedihmu. Keterpisahan itu menyakitkan. Tapi, kita masih punya waktu
untuk cipatakan keajaiban. Percayalah!
Bersyukurlah
bisa menangis. Setidaknya kita tahu, kesedihan itu seperti apa rasanya. Rasakan
saja, airmata yang tumpah itu obat luka.
♥♥♥
Dua Puluh Dua Januari
Dear you,
Di Sini Aku mendekapmu
Lautan
penderitaan tak bertepi, saat tolehkan kepala di sana ada daratan membentang.
Hanya setitik tanda yang mengunci mataku dan itu, kamu.
Inilah
liang rasaku. Penuh berisi tentangmu. Tengoklah sejenak; betapa dadaku sendat
memikirkanmu.
“Seikat
masa di tidurmu, semoga aku muara tawa dan tangismu.
Karena
malam untuk dipeluk, biarpun senyap sunyi tanpa rengkuh ragamu. Meleburlah di
semesta tepekurku, di sini aku mendekapmu. Sungguh!”
Sampai pada
satu titik keyakinan, aku
akan katakan:
jarak bukanlah batas, dan kita tetap bersama. Tunggu saja!
Dan suaramu
adalah barisan pertama yang ingin kudengar kala aku terbangun esok pagi.
Temanilah aku! Khusyuk kesendirian ini telah menusukkan rindu di dadaku.
Tancapkanlah berulang kali, aku menunggu tikamanmu.
SUMPAH!! INI BUKU YANG MENGINSPIRASI AKU BUAT NULIS PERTAMA KALINYA.
Sayangnya, waktu itu aku cuma pinjem :'( Sampe sekarang aku masih rindu sama ini buku. LAMAA BANGET udah, broo..
Sinopsis:
Mulai halaman pertama sampe halaman terakhir, buku ini bakal bikin kita nggak brenti-brenti ketawa. Abis, ngocol banget sih! Nyeritain tentang lima cowok murid SMA 1003 - Bobi, Iping, Tarik, Ego, Lantang - yang tingkahnya culun-culun, nyebelin, norak, nekat, tapi memikat.
Misalnya aja nih, suatu ketika mereka semua naksir cewek bernama Manis. Bobi and the gank rame-rame maen ke rumah tu cewek. Eh, ternyata si Manis punya tiga kakak atlet semua. Yang pertama petinju, yang kedua atlet panahan, dan satunya lagi atlet tolak peluru. Sebel nggak sih, bukannya dikasih kesempatan ngobrol sama si Manis, mereka malah diajak latihan sama ketiga abangnya sampe muka mereka pada biru sebiru-birunya, hihihi...
Asyiknya lagi, di buku ini kamu juga bisa dapetin banyak tebak-tebakan yang gokil abisss. Pokoknya baca aja deh, dan tertawalah. Kata ahli kecantikan, banyak tertawa akan membuat kulit pipimu kencang, bebas kerut, elastis, segar, halus bagaikan kulit bayi!
Aku baru selesai baca Coming Home nih, guys. Sebenarnya temenku-Aulia & Algia-yang nemu ini :* Dan itu yang terakhir. Gimana ya? Kalau dibilang suka, Lumayan. ^^ Ini novel ceritanya hampir mirip sama kisah temenku, banget malah. Jadi, agak tergugah dan termotivasi sama novelnya.
Dan yang paling aku suka: Cover sama pembatas buku-nya. Di covernya tertulis:
Karena aku percaya,
tak pernah ada kata salah
untuk cinta... Cover belakangnya juga keren!! Banget malah. Dan kata-kata itulah yg bikin para penikmat novel penasaran waktu membaca covernya. Terlebih gagasmedia emang jago men-desain covernya :D
Hidup sendiriiri ternyata lebih gampang
diucapkan ketimbang dijalani.
Mencari orang untuk dicintai
sepenuh hati
juga
tak kalah rumitnya.
Tapi, tak ada yang lebih sulit
daripada jatuh cinta
Yeah, udah dua kali aku nonton National Treasure. Kereeen banget! Sukses dah tu film. Padahal rilisnya tahun 2007 lho! Sumpah, keren banget. Pertama aku emang gak tau judulnya apa, pas lagi mindah-mindah channel, eh ketemu sama tu film, makanya aku jadi penasaran banget apa judulnya.
Nah, kemarin malam tepatnya malam jum'at tanggal 30 juni, film National Treasure yang Book of Secret (yang pertama kali aku nonton bukan Book of Secret :( Sampai sekaran gatau apa judulnya) ada lagi di tv. Gak kalah keren sama yang pertama kali aku nonton. Tapi jujur yah, menurutku masih bagusan yang pertama aku nonton, yang ceritanya menemukan harta karun di bawah gereja (y).
► "Being myself a guideline to achieve something that I thought was beyond my limits"
► "Always wanted to be the best anytime, anywhere"
♫ "Peu importe l'intimidateur moi, vous parlez, j'ai acheté. Je suis gronder, vous laver avec une réalisation sourire"♪♫