PENGORBANAN COWOK YANG TERABAIKAN (Para Cewek WAJIB BACA!!)

1. Seorang anak laki-laki dengan uang jajan seadanya. Diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah. Apa kalian (wanita) merasa laki-laki akan memakai semua uangnya?, dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cuku...p untuk mengajakmu pergi jalan–jalan di hari minggu nanti, mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan lalu ketika hari minggu yang dimaksud, kalian jawab :
"Duh, sorry nih kayanya aku gak bisa pergi sama kamu hari ini, soalnya udah janji sama temen-temen.. maaf ya..",
ATAU : "Duh, sorry banget.. aku diajakin keluarga keluar.. gak tau mau kemana.."

YA selamat!! kalian udah berhasil membuat hati anak laki-laki itu kecewa.. Ya laki-laki paling cuma bilang :
"Oh ya udah gapapa.., lain kali aja.."

Tapi apa kalian tau apa yang ada di dalam perasaannya??
Hahaha.., kalian emang hebat untuk masalah kaya gini.

2. Ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati-matian agar bisa mengajakmu untuk hang out atau sekedar kelua jalan bareng, ketika kalian mau diajak pergi, dan kaget untuk pertama kali kalian dijemput memakai motor. Langsung berdalih :
"Duh rambutku bisa rusak..",
"Duh siang-siang gini, kan panas.."
ATAU "Maaf ya ada temen yang kecelakaan jadi harus ke rumah sakit.."
(padahal cuma males naek motor), Yah mungkin kalian gak sadar ngomong kaya gitu, tapi sadarkah kalian kalo cowo itu sakit hati? Padahal saya yakin seyakin-yakinnya, hampir seluruh laki-laki dengan umur 17/18 tahun yang membawa sebuah mobil, mereka dibelikan oleh orang tuanya.., Maaf! bukan nyindir yang bawa mobil, hehehe.., cuma mau nyadarin cewek yang kaya gitu aja kok.. (piiisss..)

3. Ketika sang laki-laki menjadi seorang kekasih, maka apapun akan dilakukannya untuk membuat kalian tersenyum setiap harinya. Mengorbankan apapun yang dimilikinya. dan mungkin mereka mengorbankan TEMANNYA SENDIRI. itu bisa jadi. dan ketika kalian ngomong :
"Aku udah gak nyaman sama kamu..",
"Aku bosen sama kamu..",
Dan keluhan lainnya, tau sendiri lah ya, hehe.. Sadarkah kalian itu membuat hati laki-laki hancur? Ya kalian berhasil membuat laki-laki mengidap syndrom desperadositis. Laki-laki udah ngorbanin banyak hal kepada kalian dan dengan mudahnya kalian bicara seperti itu. hebat!!

4. Ketika sudah berkeluarga. Anda tau? Mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan.
Ada yang tau pepatah ini gak? :
"Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam"
Dibenak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup. Kalo perlu gak usah makan, atau sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia udah senang, jangan suka menyia-nyiakan uang hasil kerja keras suamimu itu.

5. Ketika punya anak, sudah beranjak dewasa. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya, tapi ada satu hal yang harus kalian tau, mau ayah/suami-mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya, ketika uang itu diberikan padamu, dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUKMU.

#Lalu wahai kaum perempuan, belum cukupkah pengorbanan kami para lelaki untukmu?
Lelaki macam apa lagikah yg kalian tunggu dan cari??

Dikutip dari: http://www.facebook.com/pages/Komunitas-WawaLuhan/118968491515725

Naskah: Legenda Batu Hapu


Dinaskahkan oleh : Rahmada Devi
Diangkat dari sebuah cerita rakyat Kalimantan Selatan yang ditulis oleh Bapak Yustan Aziddin.

SINOPSIS :
Alkisah disuatu negeri hiduplah Ni Kudampai dengan anaknya; Angui. Saat Angui menyatakan ingin pergi untuk mengadu nasib, Nini Kudamai merasakan kesepian. Begitulah hingga akhirnya Angui pulang sebagai Bambang Patmaraga beserta istrinya. Ia pun tidak mengakui Ni Kudampai sebagai ibunya.
***

Angui     : Uma..


Ni          : Iya anakku, Angui.


Angui     : Ada yang ingin Angui bicarakan dengan uma. (Mendekati Ibunya) Angui ingin sekali melihat uma hidup senang, tanpa harus membanting tulang demi sesuap nasi, mak.


Ni          : (Menatap Angui, menunggu kata-kata yang disamapaikan Angui) Maksudmu, nak?


Angui     : (Tertunduk dalam ) Izinkanlah Angui merantau, Uma... (lirih seperti berbisik)


Ni          : (Terkejut lalu menatap Angui dengan sedih)


Angui     : Angui janji, Angui tidak akan mengecewakan Uma. Angui berjanji akan merubah kehidupan keluarga kita, Uma.


Ni          : (Berlinang airmata) Angui anakku. Uma sedih mendengar keinginanmu. Jika tekadmu memang bulat, Uma tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagai orang tua Uma hanya mampu mendoakan yang terbaik untukmu.

*


Setelah Angui berbekal tekad dan keyakinannya. Ni Kudampai selalu berdoa demi keselamatan anak semata wayangnya itu. Berhari-hari, seminggu, sebulan dan bertahun-tahun Ni Kudampai selalu sabar menunggu kedatangan anaknya. Dengan cemas dan berlinang airmata, Ni Kudampai tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan anaknya. Hingga ia sadari, kabar itu tak kunjung datang.

*


Angui     : (Dikapal) Dinda, untuk merayakan keberhasilan kanda sebagai saudagar sukses, Dinda minta apa saja, dinda mau pergi jalan-jalan kemana saja, pasti akan kanda kabulkan.


Istri        : Sungguhkah itu kanda Bambang Patmaraga?


Angui     : Tentu saja. Ucapkanlah, istriku!


Istri        : Dinda ingin sekali pergi ke negeri seberang di ujung sana, kada. Menurut orang-orang, pantai di sana sangatlah indah.


Angui     : (Terkejut)


Istri        : Mengapa kanda?


Angui     : Mm, tidak apa. Baiklah, kita akan segera berlayar ke sana.

*


Kabar kedatangan Angui langsung tersebar dengan cepat, hingga sampai di telinga Nini Kudampai. Mendengar hal tersebut Nini Kudampai berlari menuju dermaga dengan tertatih serta rasa bahagia yang meluap-luap.





Ni           : (mengahmpiri lalu memeluk Angui) Angui anakku... Mengapa kamu baru pulang sekarang, nak? Ini emak, nak.


Angui     : (menatap dengan bingung. Ia ingin sekali memeluk ibunya namun ia merasa malu jika mengakui wanita itu sebagai ibunya) Siapa kau hei perempuan tua?! Aku bukan Angui! Namaku Bambang Patmaraga!


Ni           : (terkejut) kau lupa dengaku Angui? Aku ibumu. Aku emakmu, Angui. Aku wanita yang melahirkanmu. (Bertetesan airmata) Ini buktinya, ini ikat kepala kesayanganmu yang kau titipkan pada ibu, nak..


Angui     : Tidak. Itu hanya kain rombeng! Aku tak pernah memiliki itu.


Istri        : benarkah ia ibumu, kanda? (menatap Angui dengan takut)


Angui     : tenang, dinda. Mungkin anda salah orang, aku bukan anakmu. Ibuku telah lama meninggal ketika aku masih kecil. Sudahlah, sebaiknya kau tidak perlu mengiba-iba seperti itu kepadaku, hei perempuan.


Ni          : tidak mungkin. Aku tidak mungkin salah. Aku sangat ingat dengan wajah anakku. Kau Angui! Kau Angui anakku! Tidakkah kau merasa kasihan dengan emakmu ini, nak? Mengapa kau malu mengakui ibumu sendiri, nak? (menangis)


Angui    : Hei perempuan! Harus berapa kali kukatakan, orang tuaku telah lama tiada! (mendorong emaknya)


Istri        : Kanda...


Angui     : Sebaiknya kita pergi dari tempat ini, dinda.


Istri        : Kanda, jika ia memang ibumu, akuilah.


Angui     : Dia bukan ibuku! (menaiki kapal, pergi meninggalkan pantai)


Ni           : (menangis tersedu-sedu) kau bagai kacang lupa dengan kulitnya! Hatimu sekeras batu, Angui!





Sementara itu, di tepi pantai, Ni Kudampai menangis melihat kenyataan yag terjadi. Mulutnya bergerak seperti merapalkan mantra. Angin kencang tiba-tiba berhembus, langit menghitam, guntur bersahut-sahutan, ombak pun bergulung-gulung memecah kacah. Kapal Angui pun menabrak karang kemudian terbelah menjadi dua bagian. Kapal dan awaknya pun seketika berubah menjadi batu.





Angui     : Uma... Uma... Umaa




THE END

Kenangan Itu, Kita


Tanpa ditulis pun, kenangan tetap serupa buku. Lembar demi lembarnya selalu terbuka tiap kali kita mengingatnya. Iya, kita.
Kenangan itu ibarat cermin. Dari bening dan buramnya, dari utuh dan retaknya, kita berkaca.
Iya, kita.
Jika kenangan kita adalah memar senja. Di titik itulah kita mengingatnya. Iya, kita.
Jika kenangan kita adalah pelangi senja, maka di tempat kita berdiri sekarang, aku yakin kita berbahagia. Iya, kita.
Kenangan yang membawa dan menuntun kita ke masa berikutnya. Sebagai kita yang dilanggengkan, dan bersama di saat sekarang atau sebaliknya.
 
Moammar Emka

Dua Puluh Satu Januari


Dua Puluh Satu Januari
Dear you,
Malam yang bergerimis


Selangkah lagi, rindumu kugapai. Terpajang di dinding itu lengkap dengan bingkainya.
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah dan sesat rindu yang tertahan.
Mungkin, nanti. Bisikmu merambah sepi. Dalam mimpi, tak apa.
Bersemi tuas, harapku. Menaungi bunga tidur, wajahmu.
Memiliki, tapi tak benar-benar bersama. Karena sekian sentimeter jarak itu belum menyatukan kau dan aku.
Menangislah, Sayang. Rasakan pedihmu sebagai bahagia terdalam. Dan tersenyumlah! Hidupkan tawa dalam sedihmu. Keterpisahan itu menyakitkan. Tapi, kita masih punya waktu untuk cipatakan keajaiban. Percayalah!
Bersyukurlah bisa menangis. Setidaknya kita tahu, kesedihan itu seperti apa rasanya. Rasakan saja, airmata yang tumpah itu obat luka.

♥♥♥

Dua Puluh Dua Januari
Dear you,
Di Sini Aku mendekapmu

Lautan penderitaan tak bertepi, saat tolehkan kepala di sana ada daratan membentang. Hanya setitik tanda yang mengunci mataku dan itu, kamu.
Inilah liang rasaku. Penuh berisi tentangmu. Tengoklah sejenak; betapa dadaku sendat memikirkanmu.
“Seikat masa di tidurmu, semoga aku muara tawa dan tangismu.
Karena malam untuk dipeluk, biarpun senyap sunyi tanpa rengkuh ragamu. Meleburlah di semesta tepekurku, di sini aku mendekapmu. Sungguh!”
Sampai pada satu titik keyakinan, aku
akan katakan: jarak bukanlah batas, dan kita tetap bersama. Tunggu saja!
Dan suaramu adalah barisan pertama yang ingin kudengar kala aku terbangun esok pagi. Temanilah aku! Khusyuk kesendirian ini telah menusukkan rindu di dadaku. Tancapkanlah berulang kali, aku menunggu tikamanmu.
Moammar Emka

Journey To Move On




Taraaaaa.....
Jumpaa lagi :D
Percaya gak kalau akhir-akhir ini aku sering sedih, bengong, menderita, dan.. emm.. sama nangis :'( ??
Aku waktu itu belum nyadar kalo sebenarnya semua masalah yang nyangkut di hidupku itu pasti ada jalan keluar buat nyelesainnya. Entah kenapa, hari ini aku browsing serta surfing-surfing dengan keyword "move on"
sekali lagi:

MOVE ON !!!

Oh my God.. Aku bener bener stress untuk ngelakuin yang sering temen-temen aku sebut itu, yap move on. GAK SEGAMPANG YANG LO SEMUA PADA PIKIR, GUYS! NGGAK MUDAH! Mereka bilang, "terbiasa karena biasa.. Maka dari itu kamu harus biasa dengan semua ini." T.T Jujur ya, aku ini kalau sama sahabat itu nurut, kalau kata orang banjar inggih pun.. Dan aku ngelakuin semua saran mereka. Alhasil? Tebak deh! Akhir-akhirnya yak sama, berujung dengan tangisan yang membabi buta -_____-
Sampai ketika aku menemukan page ini, aku merasa harus mengucapkan terima kasih sama yang nulis. Berkat tulisan ini, sedikit demi sedikit aku mulai bisa move dari segala keterpurukanku..
===========================================================================

Move on atau membiasakan diri pasca putus dari orang yang kita sayang itu bener-bener butuh kesabaran yang ekstra. Kenapa demikian, yep! Kita bener-bener ngebiasain diri yang dulunya kemana2 sama dia, ngapa2in sama dia, mau apa ada dia, penyemangat dalam melakukan sesuatu, penghibur sejati saat kita bener2 butuh orang yg ngertiin kita selain ortu.. banyak lha.. dan bener- bener gak gampang bnget..:’)
Based on the true story yang tengah move on dari mantan.heheh... Banyak hal ko yang dapat dilakukan dari yang namany move on dari mantan.. kadang saya sampai heran, pasca putus dari mantan sampai ada ya yang melukai dirinya sendiri.. ada yang saking depress nya sampai minum pembasmi seranggalah, bunuh diri lah naudzubillahimindzalik pokoknya.. hey girls open ur eyes hah??? Ur world never die without him..

Bener lyric lagu dari Lussy
“ternyata tanpamu langit masi biru,
Ternyata tanpamu bungapun tak layu,
Ternyata dunia tak berhenti berputar walau kau bukan milik ku…

Dan emang ternyata bener kan, every things gonna be okay…
Pernah saya membaca twitter dari salah satu admin, dia bilang yang intinya sebelum kita mencintai orang lain harusnya kita mencintai diri kita terlebih dalu, dari situ kita bisa memakai logika dan akal sehat untuk mencintai seseorang sehingga tidak akan merugikan diri sendiri. Yep, absolutely. Logika nya ya secara kasaran mencintai dirinya sendiri aja belum becus, ee pengennya mencintai orang lain yang belum kita pahami sepenuhnya dan seenggaknya masi sangat2 baru! Jadi jangan salahkan orang itu apabila dia pergi, wong diri kita sendiri belum tau apa yang sebenernya baik untuk kita. Dan ga munafik juga kalo kita menginginkan seseatu yg baik-baik di dalam hidup kita.
Well belajar dari pengalaman pribadi yang harus move on dari mantan selama kurang lebih 2 tahun lamanya emang bener2 ga gampang, tapi banyak hal yg mungkin bisa dilakukan, (ini menurut saya pribadi):
1. Go somewhere
Tentunya bukan ditempat yg dulu sering dikunjungi bersama. Kalo mengunjungi tempat2 yg bisa membangkitkan kenangan, ya ngapain dilakukan toh ujung2nya bakal keinget juga. Dan intinya jangan sendirian! Pertama bisa dan jelas galau mendadak ditempat itu dan kalo terjadi apa2 sapa coba yg dimintai tolong. Ajak sahabat lah minimal. Dan tempat yg bener2 saya recommend in ya toko buku atau DVD rent ! ngeliat jajaran buku dan DVD yg ditata rapi dalam rak, bakal kalap seketika dan tentunya waktu ga akan kebuang sia :)
2. Berenang
Yep! Salah satu hoby ini bisa banget2 cara ampuh buat nglupain hal2 yang ga penting ! Karena saat kita merem dan membenamkan badan masuk ke dalam kolam, coba rasakan saat air merendam kepala, kita akan bener2 terasa ademmmm banget. Hal itu akan merelaksasikan semua pikiran2 penat dan hati yg saat itu bener2 butuh ketenangan.  Berenang sampai puas dan badan bener2 terasa letih, setelah itu isi tubuh yg tengah habis karna berenang, dan alhasil akan tidur dengan nyenyak dan keesokan paginya badan akan terasa fresh kembali ;)
3.  Masak
Buat yang hoby sama masak, hal ini bisa kita bangkitkan kembali, mencoba resep varian baru akan bener2 lupa seketika sama hal yg terjadi kemarin. Apalagi masak2 bersama keluarga atau sahabat terdekat hal ini akan bakal bisa menghapus segala kenangan bersama nya. :D
4.  Simpan barang2 dari mantan
Masi belum bisa juga move on gara2 barang2 pemberian dia masi tersimpan rapi di kamar ataupun lemari?? Deuuuy.. ok nagislah sejadi jadinya, tapi jangan pernah ratapi dia yang pergi meninggalkan mu, tapi setelah dirasa kau cukup tegar untuk menghadapi kenyataan kembali, usap air matamu, ambil lah kerdus yang supergede, masukkan semua pemberiannya dalam kardus itu,.teruuuus bungkus yang cantik dan rapi. Dibuang??? Oh big NO NO..jangaaan…ya karena mungkin suatu saat ada seseorang yg butuhin salh satu barang dari pemberian mantan, kan sama aja kita beramal. Contoh nie, saat dulu mantan kasi arloji ataupun jilbab, tiba2 sahabatmu atau orang disekitarmu yg kebetulan kamu tau kalo kurang mampu pengen bnget arloji baru atau jilbab baru, nah mungkin saja barang pemberian mantan itu dulu belum prnah dipakai karna dulu kita ngerasa sayang untuk dpakai, sekaranglah \ saatnya, ikhlaskan barang itu dipakai oranglain.. itung2 beramal bukan sie…jadi manfaat kan saja barang yg ada buat bantu sesama :))

5.  Tidur!
Hahaha ini bener2 cara super duper ampuh buat namanya move on. yah emang sie ga tiap saat kita mulai inget dia terus kita tidur setiap saat itu juga, tapiii yah namanya juga usaha kan, apa salahnya dicoba??hehe toh dengan tidur  kita bisa mngistirahatkan badan yg sudah nangis Bombay karna mantan, badan capek, tidur dee.. bangun2 badan bisa seger lagi \(^.^)/
6.       Komunikasi dengan ALLOH
Jurus terampuh bagi yang ngerasa muslim, ceritakan semua keluh kesah sama DIA, DIA penentu segalanya, DIA pengatur segalanya, dan DIA pula yg berhak memporak porandakan segalanya. Tinggal menunggu kita, apakah siap menerima segalanya..menangislah, ceritakan semuanya dengan DIA yang menyayangi mu lebih dari orangtuamu sendiri. DIA yang mengerti kita, lebih dari kita mengenali diri kita sendiri. 

Sebenarnya banyak sie hal hal positive yang bisa kita ciptain sendiri dan dilakukan untuk mnghapus kenangan bersama dia yang telah lama mengisi hari2 kita.. asalkan intinya jangan biarkan diri kita do nothing and alone itu aja sie. Toh kalaupun bayangan dia masi saja terbesit dibenak kita, biarkan saja,, semua orang berhak mengenang hal2 indah yang pernah kita alami walupun berujung pahit, asalkan jangan terlalu berlarut, karna semua itu hanyalah kenangan dan tidak untuk diulang kembali, hanya waktu yang akan sembuhkan segalanya so..let it be flow :)
Source: http://dikasipipi.blogspot.com/2012/01/move-on-move-on-p.html
=========================================================================
Berikut 10 lagu yang cocok didengarkan jika kalian lagi butuh asupan kata-kata atau bahkan lantunan nada untuk move on apapun itu masalahnya.
  • Asher Book - Try
Salah satu lagu yang cocok untuk move karena liriknya berisikan seorang cowok yang pengen banget move on sama pedekateannya
  • Adele - Someone Like
Ini lagu bener-bener bikin galau move on. Coba kalian bayangin perjuangan mencari sosok seperti masa lalu kota
  • The Script - Long Gone And Moved On
Salah satu lagu galau dari sekian banyak lagu The Script yang galau. Namun dibalik lagu yang galau, masih terselip kata-kata yang bikin kita pantas untuk move on
  • David Archuleta - The Other Side Of Down
Dari judulnya sudah ketara bagaimana lagu ini bisa dikatakan bertema move on. Lagunya enak buat joget dan pesan lagunya bisa untuk kamu-kamu yang lagi down
  • Demi Lovato - Skyscraper
Lagu yang satu ini dalam sekali maknanya bagi seorang Demi Lovato. Di lagu ini dia menceritakan semua usahanya untuk kembali pulih setelah beberapa bulan mengalami depresi. Dia sudah move on
  • Marina And The Diamonds - I Am Not A Robot
Lagu move on selanjutnya yang kita anggap ini punya pesan lebih bagi kamu-kamu yang merasa dikekang sama sesuatu. Setidaknya, janganlah menjadi robot yang diatur-atur. Kita harus move on
  • Miley Cyrus - The Climb
Move on dan climb on every challenge jadi topik lagu ini. Menyiratkan akan kita tidak hanya berputus asa, Miley juga mengajak  para pendengarnya untuk menghadapi semuanya dengan penuh kegigihan
  • Owl City - Saltwater Room  
Dalam sebuah percintaan, terkadang kita butuh yang namanya move on dalam bentuk komitmen. Dan lagu ini menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan move on yang berkomitmen
  • Ashley Tisdale - Suddenly
Ashley membawa kita kepada situasi dimana kita harus siap menghadapi apapun itu di depan walaupun terjadi hanya dengan sebuah kedipan mata. Move on kembali diserukan pada lagu ini
  • High School Musical 3 - Now Or Never
Sekarang atau tidak sama sekali. Itulah yang dikedepankan oleh lagu ini. Move on atau tidak sama sekali.

Itulah kesepuluh lagu-lagu bertemakan move on. Manakah favorite kalian?
Semoga bisa jadi referensi kalian untuk move on dari segala sesuatu menghalang di depan.

Bila ♥


 Hallo..
Awalnya aku emang udah lama mau posting ini cerpen, tapi yah aku harus bilang apa? Aku bukan tuhan yang bisa menepati janjiku dengan mudah :p [Aiih, sok banget gua]. So' jangan ngebahas sesuatu yg gk terlalu penting dulu deh--siapa juga yg mau bahas--soalnya aku mau nyeritain kenapa nih cerpen jadi kutulis..
Tau 'Falling In Love'?  Pasti tau kan.. Pernah ngerasain? :D Pasti pada pernah ya.. 
Hah? Jangan bilang ke aku kalau kalian gk pernah jatuh cinta! *nutup muka pake tangan* Tragiss.. Ternyata bukan aku aja yang nggak pernah :p Sebenarnya, someone spesial telah nyangkut di hatiku kala itu, bikin aku adem ayem aja kalo liat dia :D [ Ayo bilang: ECIYEEE.. ] hehe *garukgarukkepala* Bakalan ketawa sendiri deh kalo ingat masa masa itu. Nah, entah kenapa, mungkin bawaan dr hati yang berkembang-kembang [bahasa nyasar] jadinya aku nulis ini. Jadi, bisa kusimpulkan isi cerpen ini hampir seratus persen kisah nyata. Terharu juga sih :') Ini kuselesain dalam satu malam loh [nikmat Allah yg mana lg dpt kudustakan: Allhamdulillah] dan aku berharap bakal ada koran lokal yang memuatnya. But, who am i? Lagi-lagi aku bukan tuhan yang bisa nepati janjiku dengan mudahnyaa [ <---alasantipis ] :p Aku males buat ngirim dengan prosedur pengiriman yang bikin otakku hampir hengkang dari tempatnya [hahahalaay:p], jadinya dengan ogah-ogahan akhirnya kukirim juga nih cerpen. Dan tau apa yang terjadi???? Aku lupa melampirkan scan rek bank! Oh my god! Muncul lah setan malasku, sampai sekarang ini cerpenku masih dalam status 'ditangguhkan' untuk kukirim:) 'Cause, kalau kupikir-pikir dan kubaca lagi berulang-ulang, ini cerpen kurang bagus. Makanya aku posting biar kalian baca karyaku yang kutulis ketika lagi jatuh cinta^^ dan harus aku katakan dengan sangat...

Aku butuh komennya guys..!!  
[tanda seru tanda seru tanda seru]


 ♥♥♥
BILA

Oleh: Rahmada Devi
Seumur hidup, tak pernah ada satu orang pun yang memanggilku dengan sebutan ‘Bila’. Biar kuingat lagi. Mungkin memang ada, tapi rasanya sudah sangat lama. Hampir saja aku membuang nama itu. Terlalu menyakitkan untuk mengingatnya kembali. Membayangkannya saja sudah bisa membuatku meneteskan airmata.
Kata orang, sekarang mataku begitu jernih. Mungkin karena dulu aku sering menangis. Jangan pernah menganggapku cengeng! Aku hanya tak ingin menahan sesal. Merundung duka berlama-lama terlalu menyakitkan. Hanya dengan menangis semua duka itu terbayarkan. Benarlah kata para pujangga, cinta itu buta.
“Jahatnya kamu, Nabil.” Wajahnya cemberut, seraya melirikku sejenak. Aku tahu apa maksudnya.
            “Kenapa?” Mataku masih lurus. Di tempat seperti ini, terlalu sulit berbagi pandang dengannya.
            “Karena kamu telah memenjarakanku di hatimu.” Ia memaksaku untuk menatapnya, menyelam begitu dalam mata indah itu.
            Sejenak aku tertawa, “Itu jahat ya?”
            “Ish, itu jambu, Nab!” Lelaki disampingku itu bergumam, kali ini wajahnya benar-benar cemberut.
            “Jambu? Apaan? Janjimu busuk?” Aku terkekeh, tak sanggup lagi menahan kelucuan yang terjadi saat itu. Lelaki di sampingku hanya diam. Mungkin sedang memikirkan kata-kata yang baru meluncur dari mulutnya.
            Setelah aku menuntaskan tawaku, barulah ia tertawa. “Jadi, jambu itu…” Ia buru-buru membekap mulutnya. Tubuhnya sedikit terguncang menahan tawanya sendiri.
            “Iya. Baru tau? Itu namanya bukan jambu, tapi gombal.” Ia hanya mengangguk setelah kujelaskan.
            Saku seragamku bergetar. Buru-buru kuambil ponsel yang terselip di sana. Sebuah sms dari nomor tak dikenal. Pikiranku langsung menuju pada kedua sahabatku, mereka memang sering berganti nomor handphone tanpa sepengatahuanku.
Bila…
            Singkat. Isi sms itu begitu mengejutkan. Seperti ada sesuatu yang telah lama tersimpan namun baru saja dimuntahkan dari otakku. Sejenak aku terdiam. Waktu seakan berhenti. Lalu, membiarkanku mengurai kembali bergores-gores luka.
            Langit mulai meneteskan hujan. Mendesahkan angin lembut. Membuat jilbabku berkibar dalam suasananya. Biar kuingat, ini bulan Januari. Walau musim tak pernah bisa tertebak, Januari masih meninggalkan jejak itu. Jejak basah. Kala Januari menambatkan hujan di hatiku.
Katanya, “Walau hujan bisa meluapkan sungai, lalu menjadikannya lautan, mungkin aku lah orang yang benar-benar beruntung.”
“Kenapa?” Tanyaku. Bodohnya aku kala itu, tak memperhatikan ekspresinya. Aku terlalu asyik dengan novel di hadapanku.
“Karena, mungkin hanya aku yang dapat berlayar menuju dermaga hatimu.”
Hening. Ia menatapku dalam. Seulas senyum tersampir. Ia mengetuk-ngetuk meja. Tak pernah kupahami apa isi otaknya, aku hanya tahu dia telah mengambil beberapa detik nafasku saat itu. Kami bungkam. Aku bungkam. Berbayang-bayang getar tercipta, di antara kami.
Itu kali pertama kesadaranku tertelan. Aku telah kalah telak. Hanya karena sebuah hayalan bertabur imaji, untuk kali kedua aku terjatuh. Jatuh dalam palung hatinya. Rasaku seakan membeku. Membiarkan semuanya luruh dalam beribu kata janji.
Tiap episode yang dialami memang sulit terlukiskan. Bagai dibuai asmara, larut dalam suasana tak berupa.
“Berbicara masalah cinta, kala itu kau dan aku hanya sepasang kasih biasa dengan cinta yang sederhana.”
Terlalu sulit memaknai keadaan. Jika dihitung, telah ribuan kali aku luluh karna lisannya.
Tiap hari sehelai kertas hijau ia selipkan di buku tulisku. Isinya hanya kata-kata atau sebaris puisi buatannya. Terkadang aku hanya tersenyum sendiri membaca kertas-kertas itu. Lalu, mengumpulkannya dalam sebuah kotak kado kecil. Suatu saat aku akan menggelar kertas-kertas hijau itu di hadapannya. Membisikinya pelan tentang berbait-bait puisi yang telah ia gores di hatiku selama setahun lebih. Lalu, menikmati senja bersama, aku tahu ia menyukai senja dan kurasa aku pun tak jauh berbeda dengannya.
Aku ingat. Ketika ia menggodaku di depan kelas sepulang sekolah, dengan sebuah novel bersampul bidadari. Tepat di tanggal itu, 28 Desember, kau menghadiahkannya padaku. “Aku tahu ini bukan hari ulang tahunmu.” Bisiknya. Ia menggenggam tanganku erat untuk kali pertama. Aku tak banyak bertanya. Terlalu tabu untuk menanyakan alasannya saat itu.
Dan aku tahu, cepat atau lambat aku akan tahu alasannya. Seperti hujan bulan Januari kala itu. Seperti yang sudah-sudah, malam tahun baru identik dengan kembang api. Kami memutuskan merayakannya. Hanya sesuatu yang sederhana.
Sebelum ia menyalakan kembang api terakhir yang kami punya, ia berkata padaku “Bila.. Apa yang kamu pinta untuk tahun depan?”
“Aku mau kita selalu bersama.” Bisikku.
“Baiklah, ucapkan sekali lagi ya…” Pintanya. Lalu, ia menyulutkan api. Aku kemudian menutup mataku seraya berdoa tentang kami, tentang seuntai kasih yang saling tersemat di antara kami.
Ketika kubuka mataku, kembang api meluncur lalu pecah di udara. Begitu indah. Sangat indah untuk sebuah perpisahan Januari kala itu.
Selepas Januari. Ketika itu ayahnya memutuskan melanjutkan program sastra Inggris. Ia memilih pergi ke negeri kangguru jauh melewati perbatasan paling timur Indonesia. Bagaimana pun, ia hanya punya ayah. Tak cukup alasan untuk mengelak. Ia pun melanjutkan sekolahnya di sana. Keputusan yang terlalu sulit untuknya, terlebih untukku. Kau tahu kenapa? Sebab kehilangan orang kita sayang tak jauh beda dengan merelakannya pergi bersama orang lain. Menyakitkan. Saat itu juga aku merasakan kehilangan untuk pertama kalinya.
“Nabil! Ngapain di sini? Mau hujan nih! Ayo masuk.” Lelaki itu menarik tanganku, aku hanya menurut.
Kubiarkan sms itu. Walau aku tahu, tak pernah ada satu orang pun yang memanggilku ‘Bila’, selain… ‘bulan senja’. Sudah setahun lebih kenangan itu sirna. Benar kata orang, waktu bisa mengubah segalanya. Bahkan aku tak ingat di mana aku menyimpan kotak kado kecil berisi kertas-kertas hijau kala aku bersamanya. Novel bersampul bidadari itu pun sudah aku berikan pada sepupuku. Kuharap, hanya ingatan-ingatan sederhana tentangmu saja yang menjadi kenangan terakhirku.
Bagiku, kini tak penting lagi tentang laki-laki itu, laki-laki yang dulu kusebut ‘bulan senja’, laki-laki yang memberiku sebuah ‘sketsa bidadari’, laki-laki yang memanggilku ‘Bila’, juga laki-laki dalam hujan Januari setahun silam.
Sekarang, yang terpenting hanyalah seorang kakak sekaligus kekasih yang saat ini berada di sampingku. Aku menyayanginya, dan kupikir ia pun begitu.
“Nabilaa…”
“Iya. Ada apa, kak.”
“Dengarkan ya…”
            Aku duduk manis di sampingnya. Hujan masih meniupkan angin. Menerbangkan sudut jilbabku. Samar-samar ia membacakan sesuatu dari buku yang dibawanya,
“Senyummu adalah sekuntum pelangi merah yang mampu redakan hujan duka dalam hatiku, selalu ramah menyapa walau tanpa kata, selalu berkisah tentang indahnya damai yang tak pernah usai.”
Batinku mengiyakan. Dan nama itu: Bila, hanya akan kukenang sendiri. Mungkin terlalu sulit melupakannya. Namun, sulit bukan berarti tidak mungkin? Aku akan mencoba. Aku bisa. Dan bagiku, tak pernah ada kata terlambat untuk mengawalinya–sesuatu yang kusebut cinta–lagi.
Juga..Tak pernah ada kata salah untuk cinta.[]

Lorong kesunyian,
15 Januari 2012, 00.50 tengah malam
Untuk seorang yang menginspirasi: My Teddy Bear!

Pertama Kalinya Aku Baca Buku Konyol - 2005


 Bobi : Beautiful Banget Gitu Loh!

 

SUMPAH!! INI BUKU YANG MENGINSPIRASI AKU BUAT NULIS PERTAMA KALINYA.

Sayangnya, waktu itu aku cuma pinjem :'( Sampe sekarang aku masih rindu sama ini buku. LAMAA BANGET udah, broo..

Sinopsis:

Mulai halaman pertama sampe halaman terakhir, buku ini bakal bikin kita nggak brenti-brenti ketawa. Abis, ngocol banget sih! Nyeritain tentang lima cowok murid SMA 1003 - Bobi, Iping, Tarik, Ego, Lantang - yang tingkahnya culun-culun, nyebelin, norak, nekat, tapi memikat.

Misalnya aja nih, suatu ketika mereka semua naksir cewek bernama Manis. Bobi and the gank rame-rame maen ke rumah tu cewek. Eh, ternyata si Manis punya tiga kakak atlet semua. Yang pertama petinju, yang kedua atlet panahan, dan satunya lagi atlet tolak peluru. Sebel nggak sih, bukannya dikasih kesempatan ngobrol sama si Manis, mereka malah diajak latihan sama ketiga abangnya sampe muka mereka pada biru sebiru-birunya, hihihi...

Asyiknya lagi, di buku ini kamu juga bisa dapetin banyak tebak-tebakan yang gokil abisss. Pokoknya baca aja deh, dan tertawalah. Kata ahli kecantikan, banyak tertawa akan membuat kulit pipimu kencang, bebas kerut, elastis, segar, halus bagaikan kulit bayi!
abcs